
Jakarta, 18 Agustus 2026 — Upaya memperkuat ketahanan dan keberlanjutan layanan transportasi publik di Jakarta terus dilakukan melalui kolaborasi lintas operator. PT LRT Jakarta menandatangani Nota Kesepahaman tentang Peningkatan Resiliensi Kelangsungan Usaha dan Tanggap Darurat Transportasi Publik Jakarta di Balairung, Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (18/8).
Melalui Nota Kesepahaman tersebut, kelima perusahaan akan menjajaki sejumlah bentuk kerja sama yang mencakup empat fokus utama, yaitu (1) memperkuat koordinasi antarmoda; (2) mempercepat pertukaran data dan informasi; (3) menyiapkan mekanisme dukungan antarmoda, termasuk penyediaan alternatif perjalanan bagi masyarakat; serta (4) memperkuat kesiapsiagaan dan respons bersama dalam menghadapi kondisi darurat.
“Kolaborasi ini adalah langkah bersama memperkuat ketangguhan ekosistem transportasi publik Jakarta dalam menghadapi berbagai kondisi yang dapat mengganggu keberlangsungan layanan kepada masyarakat. Sebagai urat nadi perekonomian kota, transportasi publik Jakarta menunjang mobilitas masyarakat yang terus meningkat seiring perkembangan Jakarta sebagai kota global,” ungkap Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza dalam laporannya.
Bagi PT LRT Jakarta, kolaborasi lintas moda menjadi bagian penting dalam membangun layanan transportasi publik yang tidak hanya terintegrasi dalam kondisi normal, tetapi juga mampu beradaptasi ketika terjadi gangguan layanan.
“Resiliensi layanan transportasi publik tidak dapat dibangun oleh satu moda secara sendiri. Ketika terjadi gangguan, kebutuhan masyarakat tetap harus terlayani. Karena itu, kesiapan untuk saling mendukung antarmoda menjadi penting untuk memastikan perjalanan masyarakat tetap berjalan,” ujar Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara.
Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza; Executive Vice President of Light Rail Transit Jabodebek PT Kereta Api Indonesia (Persero) Suryawan Putra Hia; Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia Mochamad Purnomosidi; Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat; dan Direktur Utama PT LRT Jakarta Aditia Kesuma Negara.
Kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman ini ditutup dengan arahan dari Wakil Koordinator Staf Khusus Gubernur Provinsi DKI Jakarta Yustinus Prastowo dan turut dihadiri oleh Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Suharini Eliawati, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Budi Awaluddin, serta jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi berbagai potensi gangguan operasional, sekaligus mendukung terciptanya sistem transportasi publik Jakarta yang semakin tangguh, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
***
Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi:
Sheila Indira Maharshi | Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan PT LRT Jakarta
sheila.maharshi@lrtjakarta.co.id
Gedung MCC - Depo LRT Jakarta, Jl. Raya Kelapa Nias, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara – 14250
Tentang LRT Jakarta
PT LRT Jakarta merupakan anak usaha Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Jakarta Propertindo (Perseroda) yang bertugas sebagai operator moda transportasi publik Jakarta yang ramah lingkungan, aman dan nyaman.
Memiliki visi menjadi solusi mobilitas publik terbaik di Indonesia, PT LRT Jakarta berupaya nyata memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan dengan rute sepanjang 5,8km dari Velodrome (Rawamangun) hingga Pegangsaan Dua (Kelapa Gading) dengan enam stasiun jalur layang. Memiliki headway atau jarak tunggu kereta selama 10 menit, melayani Sahabat LRTJ dimulai dari pukul 05.30 – 23.00 WIB.




